Wellcome to My Blog

Wellcome to JeyMind

Sabtu, 14 Januari 2012

Strategi Everyone is Teacher here

*dikutip dari makalah Robiul awaludin (curup-Bengkulu)


Dalam kegiatan belajar mengajar, metode menempati peranan yang tidak kalah pentingnya dari komponen lainya dalam kegiatan belajar mengajar. Metode merupakan salah satu alat untuk memotivasi dan sebagai alat untuk mencapai tujuan dalam pengajaran.
Metode mengajar adalah salah satu pengetahuan tentang cara – cara mengajar yang digunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian lain dari metode mengajar adalah teknik penyajian yang dikuasai oleh guru untuk digunakan dalam mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual atau secara kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, di pahami dan di manfaatkan oleh siswa dengan baik. Semakin baik metode mengajar, makin efektif pula penyampaian tujuan.( J. R. David: 1976)
Metode everyone is a teacher here adalah salah satu metode dalam model pembelajaran aktif (active learning). Metode pembelajaran Everyone is a teacher here adalah metode pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dengan maksud meminta peserta didik untuk semuanya berperan menjadi narasumber terhadap semua temannya di kelas belajar
Metode ini merupakan sebuah metode yang mudah, guna memperoleh partisipasi kelas secara keseluruhan dan tanggung jawab secara individu. Strategi ini memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai seorang “pengajar” terhadap peserta didik lain. Dengan metode ini, peserta didik yang selama ini tidak mau terlibat akan ikut serta dalam pembelajaran secara aktif.
Penerapan metode everyone is teacher here pada pelajaran Sosiologi diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan antusiasme dalam diri siswa kelas X-7 di SMA Negeri 1 Malang ini, Pembelajran everyone is a teacher here (semua orang adalah guru) ini membuat peserta didik dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi, untuk mengembangkan Interaksi pembelajaran siswa dilakukan dengan siswa menulis pertanyaan di kartu index dan mempersiapkan jawabannya, dan berkomunikasi karena dengan berkomunikasi pembelajaran dititikberatkan pada hubungan antar individu dan sumber belajar yang lain dan berorientasi pada kemampuan individu untuk berhubungan dengan sumber belajar tersebut. Tehnik pembelajaran ini memotivasi semua siswa untuk aktif dan memberi kesempatan pada siswa untuk mengajar temannya dan mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang sama, serta dapat membuat pertanyaan dan mengemukakan pendapat, sehingga diharapkan pengetahuan yang di dapatkan oleh siswa menjadi bermanfaat dalam kehidupan siswa.
Berdasrkan uraian diatas, maka fokus masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah tentang penerapan metode everyone is a teacher here dalam meningkatkan motivasi siswa pada mata pelajaran sosiologi dikelas X-7 di SMA Negeri 1 Malang. Oleh karena itu, peneliti menerapkan metode everyone is teacher here ini di kelas X-7 SMA Negeri 1 Malang ini, dengan harapan siswa – siswa kelas X-7 bisa menumbuhkan motivasi dan antusiasme dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya pada mata pelajaran Sosiologi Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan dengan menerapkan tiga siklus yang bisa dilihat dari keaktifan dan antusias siswa selama proses pembelajaran.
                                                                                                                                                              

Metode Pembelajaran
Pembelajaran dalam suatu definisi dipandang sebagai upaya mempengaruhi siswa agar belajar. Atau secara singkat dapat dikatakan bahwa pembelajaran sebagai upaya membelajarkan siswa. Akibat yang mungkin tampak dari tindakan pembelajaran adalah siswa akan (1) belajar sesuatu yang mereka tidak akan pelajari tanpa adanya tindakan pembelajar, atau (2) mempelajari sesuatu dengan cara yang lebih efesien. Selanjutnya, Uno (2007 : 1), mengemukakan pendapat tentang strategi pembelajaran, yang mengutip pendapat para ahli pembelajaran (instructional technology), sebagai berikut : Gerlach dan Ely (1980), menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyamaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Selanjutnya dijabarkan oleh mereka bahwa strategi pembelajaran dimaksud meliputi sifat lingkup dan urutan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar peserta didik. Dick dan Carey (1990), menjelaskan bahwa strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang/atau digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Menurut mereka strategi pembelajaran bukan hanya terbatas prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik. Dan, Gropper (1990), mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Ia menegaskan bahwa setiap tingka laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktikkan.
Bertitik tolak dari penjelasan tersebut di atas, maka seorang guru diharapkan memiliki kemampuan dalam memilih strategi apa yang tepat digunakan untuk melaksanakan proses pembelajaran di kelasnya, sehingga tujuan yang telah dituliskan dalam rencana pengajaran dapat tercapai. Jadi jelaslah bahwa seorang guru dituntut untuk menguasai metode.
Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh seorang guru sebelum pembuatan metode adalah memperhatikan persiapan mengajar (lesson plan) yang meliputi pemahaman terhadap tujuan pendidikan, penguasaan materi pelajaran, dan pemahaman teoriteori pendidikan selain teori-teori pengajaran. Disamping itu, seorang guru harus memahami prinsip-prinsip mengajar dan model-model serta prinsip evaluasinya, sehingga pada akhirnya pendidikan berlangsung secara cepat dan tepat.
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar sesama peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran, antara lain :
a) Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
b) Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
c) Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
d) Rumusan pernyataan daläm kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.

Metode Every One is a Teacher Here
Metode merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan, penggunaan metode pendidikan berarti bagaimana agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Dalam hal tersebut, yang perlu dipahami adalah bagaimana seorang guru dapat menguasai hakekat metode dan relevansinya dengan tujuan pendidikan (Nurdin, 2004 : 105). Metode mengajar ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran (Sudjana, 2000 : 76). Berbagai metode mengajar telah ditemukan oleh para ahli pendidikan dan telah digunakan oleh para guru, secara ringkas Sudjana (2000 : 77- 90) dan Ali (2000 : 78 – 88), menyebutkan bahwa : beberapa metode mengajar, antara lain : metode ceramah, metode Tanya jawab, metode diskusi, metode tugas
belajar dan resitasi, metode kerja kelompok, metode demonstrasi dan eksperimen, metode sosiodrama (role playing), metode problem solving, metode system regu (team teaching), metode karyawisata (field trip), metode resource person (manusia
sumber), metode survai masyarakat, metode simulasi. Penjelasan tersebut di atas, dipertegas oleh pendapat dari Nurdin (2004 :106-107), yang menyatakan bahwa : metode yang sering atau umum digunakan dalam proses belajar dan mengjar yang dilakukan para guru di kelas selama ini, adalah : (1) metode ceramah; (2) metode tanya jawab; (3) metode diskusi; (4) metode pemberian tugas; (5) metode demonstrasi; (6) metode karyawisata; (7) metode kerja kelompok (iquiry); (8) metode bermain peran; (9) metode dialog; (10) metode bantah membantah; dan (11) metode bercerita”. Selanjutnya, metode-metode pembelajaran yang lain juga telah dijalankan oleh para guru. Sodiq (2001 : 21), menjelaskan bahwa : selain metode yang telah dikenal oleh para guru di atas, ada lagi tiga belas strategi metode mengajar baru yang dikembangkan oleh dosen-dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta, yang telah diujicobakan di Madrasah Terpadu di Jakarta.

Ketiga belas strategi metode yang disebutkan di atas, adalah : the power of two, everyone is a teacher here, critical incident, snowballing, card sort, information search, learning start with question, team quiz, debat aktif, brainstorming, elitasi, mind mapping, dan role playing.
Metode everyone is a teacher here yaitu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa, dan dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pembelajaran pada berbagai mata pelajaran, khususnya
mencapaian tujuan yaitu meliputi aspek : kemampuan mengemukakan pendapat, kemampuan menganalisa masalah, kemampuan menuliskan pendapat-pendapatnya (kelompoknya) setelah melakukan pengamatan, kemampuan menyimpulkan, dan lain-lain.
Prinsip Pokok Metode Every One is a Teacher Here
Dalam hal metode every one is a teacher here, dikemukakan oleh Asy Syaibany yang dikutip oleh Muhamad Nurdin (2004 : 111), menjelasakan bahwa : terdapat tujuh prinsip pokok yang harus diterapkan oleh seorang guru dalam hal metode pengajaran, yaitu (1) mengetahui motivasi, kebutuhan, dan minat anak didiknya; (2) mengetahui tujuan pendidikan yang sudah diterapkan sebelum pelaksanaan pendidikan; (3) mengetahui tahap kematangan (maturity), perkembangan, serta perubahan anak didik; (4) mengetahui perbedaan-perbedaan individu anak didik; (5) memperhatikan pemahaman dan mengetahui hubungan-hubungan, dan kebebasan berfikir; (6) menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak didik; dan (7) menegakkan contoh yang baik (uswatun hasanah). Penjelasan tersebut diperkuat dengan pendapat Muhaimin dan Mujib (1993 : 232), menyatakan bahwa : tujuan diadakannya metode adalah menjadikan proses dan hasil belajar mengajar menjadi lebih baik berdaya guna dan menimbulkan kesadaran anak didik untuk mengamalkan ketentuan ajajaran agama (Islam) melalui teknik motivasi yang menimbulkan gairah belajar anak didik secara mantap.
Uraian tersebut di atas, menunjukkan bahwa fungsi metode pendidikan adalah mengarahkan keberhasilan belajar dan memberikan kemudahan kepada anak didik. Sedangkan, tugas utamanya adalah mengadakan aplikasi prinsip-prinsip psikologis dan pedagogis agar anak didik dapat menghayati, mengetahui, dan mengerti materi yang diajarkan. Selain itu, tugas utama dalam metode tersebut adalah membuat perubahan tingkah laku, sikap, minat anak didik kepada perubahan yang nyata.
Landasan Pemikiran Penggunaan Metode Ini
Keberhasilan tujuan pembelajaran dilihat dari prestasi hasil belajar siswa, misalnya dalam mata pelajaran TIK. Hubungan guru dengan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran TIK, sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan keterampilan para guru dalam memilih metode pembelajaran yang digunakannya. Oleh karena itu, ketepatan metode pembelajaran yang digunakan sangat menentukan tingkat keberhasilan prestasi belajar siswa IPA.
Dalam rangka pencapaian tujuan tersebut, maka salah satu metode yang dapat digunakan dalam melaksanakan proses belajar mengajar TIK, selain metode yang sudah umum dilakukan para guru. Metode “every one is a teacher here sudah
diujicobakan pada Sergur PLPG Angkatan II di UNM Makasar pada tahun ini, hasilnya menunjukkan bahawa metode tersebut sangat baik, sehingga siswa dapat dengan mudah mengikuti proses belajar mengajar, karena metode tersebut dapat melibatkan siswa secara aktif dan memiliki keberanian mengemukakan pendapatnya.
Hubungan antara metode pembelajaran yang digunakan dengan keberhasilan prestasi belajar siswa digambarkan dalam alur pemikiran sebagai berikut :
Gambar di atas, menjelasan bahwa dengan menggunakan metode “every one is a teacher here, bahwa guru sebelum melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar tersebut, diperlukan persiapan sebagaimana peran guru di kelas, yaitu mempersiapkan materi/pokok bahasan, membuat tujuan pembelajaran, dan lainlain
yang akan diajarkan. Kemudian menentukan metode pembelajaran “every one is a teacher here.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka untuk mengetahui pengaruh perbedaan dari metode pembelajaran tersebut terhadap prestasi belajar IPA antara kelas akselerasi denga kelas regular atau siswa perempuan dengan laki-laki, dan lain-lain, dilakukan analisis dengan model statistik deskriptif kuantitatif uji beda. Dimana, metode “every one is a teacher here diajarkan di dua kelas yang berbeda, yaitu kelas akselerasi dinyatakan sebagai variabel (X1), sedangkan untuk kelas reguler dinyatakan sebagai variabel X2. Atau kelas unggulan sebagai X1 dan kelas umum/biasa sebagai X2.
Aplikasi Metode Dalam Pembelajaran
Penerapan metode every one is a teacher here dimulai dari guru untuk mempersiapkan bahan pengajaran, berupa “bacaan” sesuai dengan Pokok Bahasan atau materi yang akan diajarkan. Penerapan metode tersebut digunakan model atau strategi metode digambarkan sebagai berikut :
Gambar di atas, menjelaskan bahwa penerapan dari metode every one is a teacher here yaitu dimulai guru memberikan bahan/sumber bacaan yang sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan. Siswa kemudian ditugaskan untuk membaca dan membuat sebuah pertanyaan dari materi/bahan yang sedang akan diajarkan. Pertanyaan tersebut dibuat dalam suatu kartu yang sebelumnya telah kartu tersebut dituliskan nomor absensi siswa yang dipersiapkan oleh guru. Setelah selesai siswa membuat pertanyan, kartu pertanyaan (card quest) tersebut dikumpulkan untuk kemudian dibagikan kembali kepada siswa secara acak.
Selanjutnya, yaitu siswa dari masing-masing kelompok diberi tugas untuk melakukan presentasi dengan membaca pertanyaan dan menjawabnya, ditunjuk yang disesuaikan dengan nomor absensinya dan siswa lain diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan. Guru pada tahapan ini dapat mengevaluasi (memberikan penilaian). Berdasarkan uraian tersebut, melalui strategi pembelajaran metode every one is a teacher here, diharapkan siswa akan lebih bergairah dan senang dalam menerima pelajaran TIK yang pada gilirannya tujuan pembelajaran TIK dapat tercapai. Dengan demikian, melalui metode every one is a teacher here tersebut, hasil yang diharapkan adalah :
a. Setiap diri masing-masing siswa berani mengemukakan pendapat (menyatakan dengan benar) melalui jawaban atas pertanyaan yang telah dibuatnya berdasarkan sumber bacaan yang diberikan;
b. Mampu mengemukakan pendapat melalui tulisan dan menyatakannya di depan kelas
c. Siswa lain, yang berani mengemukakan pendapat dan menyatakan kesalahan jawaban dari kelompok lain yang disanggah
d. Terlatih dalam menyimpulkan masalah dan hasil kajian pada masalah yang dikaji.



If U like this... Say Thaks God...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kalkulator CINTA

Yang Mau Cek Kekuatan Cinta,Silahkan Cek Pasangan Anda Dibawah Hi..hi..!!